Berita-berita

Pengakuan mantan Bendahara Partai Demokrat, M Nazaruddin, mengenai keterlibatan beberapa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi, semakin memojokkan keberadaan lembaga ini. Berbagai tanggapan negatif mulai bermunculan terhadap keseriusan KPK dalam membasmi korupsi di Tanah Air.

Dalam sebuah acara diskusi di Rumah Makan Warung Daun, Jakarta, Sabtu (30/7), Praktisi hukum Juniver Girsang menilai KPK telah kehilangan taring dalam menangani sejumlah kasus korupsi besar yang terjadi di negeri ini. “KPK perlu dievaluasi karena sudah banyak menyimpang dari kode etik yang ada,” ujarnya.

Menurut Juniver, perlu dibentuk sebuah lembaga independen untuk mengawasi KPK. Lembaga itu nantinya bertugas memantau kinerja dan penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK. Dia menegaskan, dimana pun pengawasan itu harus ada. Jika tidak, akan terjadi penyalahgunaan kewenangan.

Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edi mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, sudah waktunya dibentuk lembaga independen untuk memantau kinerja KPK. “Harus ada lembaga pengawas eksternal untuk KPK,” tandas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Tjatur sempat meragukan keberanian KPK untuk menangkap koruptor kelas kakap. Ia beranggapan, selama ini KPK hanya berani mengejar koruptor kelas teri. Oleh sebab itu, ia mengimbau KPK untuk membuat road map terkait upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, yang mana pihak kepolisian dan kejaksaan tidak bisa melakukannya.

Firman Jaya Daeli tak mau ketinggalan. Menurutnya, Komite Etik KPK yang bertugas melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja KPK kurang bisa diharapkan untuk menuntaskan masalah yang ada di lembaga tersebut. Pembentukan lembaga pengawasan yang kredibel adalah salah satu jawaban untuk menguatkan posisi KPK kembali.

Firman yang pernah terlibat dalam Panja RUU KPK ini mengatakan, tugas dari lembaga pengawasan yang nantinya terbentuk diharapkan tidak tumpang tindih dengan kontrol pengawasan internal yang ada di KPK saat ini. “Jadi, memang perlu dipikirkan pembentukan lembaga pengawas ini,” tuturnya di tempat yang sama.

Namun, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, justru mempertanyakan wacana pembentukan lembaga tersebut. Meski menyatakan setuju, namun dia khawatir wacana itu bisa menimbulkan kerancuan. Zainal juga mempertanyakan, siapa saja yang pantas duduk di lembaga tersebut jika nantinya memang jadi dibentuk.

Zainal menyarankan, jika ada pihak yang keberatan dengan mekanisme pemeriksaan dan penanganan perkara di KPK, sebaiknya tata cara pidana dalam KUHAP diubah. “Saya kira ini hal yang rancu. DPR saja tidak ada lembaga pengawasnya. Memang, siapa yang mengawasi DPR? Katanya rakyat, tapi rakyat yang mana,” ketus Zainal.

Seperti diketahui, dalam wawancara via telepon di stasiun TV beberapa waktu lalu, Nazaruddin terus menyerang Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung peran Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, Wakil Ketua KPK M Jasin, dan Deputi Penindakan Irjen Pol Ade Rahardja dalam melindungi kebobrokan Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi. Menurutnya, Chandra dan Ade mendapat janji dari Anas berupa dukungan supaya lolos dari penyaringan pimpinan KPK periode 2011-2015.

Ketua KPK Busyro Muqoddas memang telah membantah ada keterlibatan tiga pejabat KPK seperti yang dilontarkan Nazaruddin. “Itu tidak benar. Pak Chandra tidak pernah bertemu dengan Pak Anas. Isu adanya aliran dana juga dibantah keras oleh yang bersangkutan,” kata Busyro sebelum mengikuti rapat Timwas Century di DPR, Selasa (20/7) lalu.

Menurut Zainal, salah satu solusi terbaik saat ini adalah membiarkan Komite Etik KPK menyelidiki benar tidaknya tudingan yang disampaikan Nazaruddin. Ia menilai, hal yang menimpa KPK adalah masalah internal kelembagaan. Dia juga menganggap tudingan Nazaruddin bukan sebagai upaya untuk melemahkan KPK.

About tttaaakkk

gak ada
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s